Yogyakarta, 23 September 2026 — Dalam rangka memperkuat tata kelola sumber daya manusia dan organisasi, Yayasan Majelis At-Turots Al-Islami (YMAI) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta (STITMA) dan Universitas Madani Yogyakarta (UMAD) melaksanakan kegiatan benchmarking tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan organisasi ke Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut menjadi sarana untuk memperoleh wawasan dan pembelajaran mengenai pengelolaan SDM perguruan tinggi, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi dan karier, evaluasi kinerja, pembinaan, hingga pengendalian mutu.
Rombongan benchmarking terdiri atas perwakilan YMAI, STITMA, dan UMAD, yaitu Bagus Hayatul Jihad, M.Ed., Amrin Mustofa, S.Ud., M.H., Dr. Sarwadi, M.Pd.I., Eko Ngabdul Shodikin, M.Pd., Ns. Rahmah Widyaningrum, M.Kep., selaku Wakil Ketua I, serta Dyah Muliawati, S.S.T., M.P.H., selaku Wakil Ketua II. Rombongan diterima oleh jajaran Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi UMS.
Mempelajari Tata Kelola SDM Berbasis Renstra
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai tata kelola SDM di UMS yang terintegrasi dengan perencanaan strategis institusi. Pengelolaan SDM berangkat dari Rencana Strategis (Renstra) universitas yang kemudian diterjemahkan menjadi sasaran strategis, indikator pencapaian, strategi pencapaian, serta diturunkan ke dalam Rencana Operasional (Renop) dan Key Performance Indicator (KPI) pada unit atau lembaga.
Pembahasan juga mencakup proses analisis kondisi sebelum menentukan program dan kegiatan. Salah satu instrumen yang digunakan adalah analisis SWOT dengan alur Evaluasi Diri → Analisis Strategi → Desain Aktivitas. Hasil analisis tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan program dan RKAT.
Peserta juga mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan sistem informasi dalam pengelolaan SDM. UMS memanfaatkan sistem seperti APPLE, SiHRD, dan sistem lainnya yang mendukung administrasi, pengelolaan data, monitoring, evaluasi, serta pengembangan karier SDM.
Belajar Sistem Rekrutmen dan Evaluasi Dosen
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam benchmarking adalah sistem rekrutmen dosen. Rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui sistem daring dengan tahapan asesmen yang mencakup berbagai aspek kompetensi.
Kompetensi ilmiah dinilai melalui Computer Based Test (CBT) dan rekam jejak akademik. Kompetensi pedagogik dinilai melalui microteaching, sedangkan kompetensi pengembangan diri dan kepribadian dinilai melalui wawancara. Selain kompetensi tersebut, komitmen terhadap visi, misi, dan nilai kelembagaan juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses rekrutmen.
Setelah diterima, dosen tetap menjalani monitoring dan evaluasi kinerja. Evaluasi mencakup antara lain perilaku dan kedisiplinan, pemenuhan BKD, pelaksanaan tugas pokok, keterlibatan dalam kegiatan institusi, serta pencapaian target kinerja. Apabila terdapat ketidaksesuaian kinerja, tindak lanjut dapat dilakukan melalui pembinaan dan evaluasi lanjutan.
Penguatan Kompetensi dan Nilai Keislaman
Benchmarking tidak hanya membahas aspek profesional dan administratif dalam pengelolaan SDM. Peserta juga mempelajari pentingnya membangun SDM yang memiliki komitmen, kesamaan visi, kemauan berkembang, kesiapan berkontribusi, serta kesediaan menjadi bagian dari misi institusi.
Selain itu, pembinaan keislaman menjadi salah satu bagian dalam pengembangan SDM. Pembinaan mencakup kajian keislaman, pembinaan ibadah, penguatan bacaan Al-Qur’an, pembinaan salat, serta kegiatan penguatan spiritual lainnya sebagai upaya memperkuat nilai kelembagaan dan kualitas keagamaan SDM. Aspek pengembangan karier juga menjadi perhatian. Dosen yang telah diterima mendapatkan pendampingan dalam proses pengembangan karier dan pemenuhan kebutuhan administratif, disertai evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Menjadi Bahan Pengembangan Tata Kelola SDM STITMA
Dari kegiatan benchmarking tersebut, terdapat sejumlah pembelajaran yang dapat menjadi bahan pengembangan tata kelola SDM di lingkungan YMAI, STITMA, dan UMAD. Di antaranya adalah pentingnya menyelaraskan Renstra, Renop, RKAT, dan KPI; melakukan evaluasi diri dan analisis kondisi; menyusun standar kompetensi jabatan; serta membangun sistem rekrutmen dan evaluasi kinerja yang terstruktur
Sebagai tindak lanjut, hasil benchmarking akan menjadi bahan untuk melakukan evaluasi kondisi aktual SDM, memetakan kebutuhan dosen dan tenaga kependidikan, menyusun standar kompetensi setiap jabatan, serta mengembangkan sistem rekrutmen yang lebih terstruktur. Selain itu, tindak lanjut diarahkan pada pengembangan asesmen calon SDM yang mencakup kompetensi akademik, pedagogik, kepribadian, dan keislaman; penyusunan sistem evaluasi kinerja; pengembangan program pembinaan dan karier; penguatan pembinaan keislaman; pengembangan sistem informasi SDM secara bertahap; serta penyusunan indikator kinerja setiap unit yang dapat dimonitor secara berkala.
Melalui kegiatan benchmarking ini, YMAI, STITMA, dan UMAD memperoleh gambaran mengenai pentingnya pengelolaan SDM perguruan tinggi yang dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pembinaan, pengembangan karier, evaluasi kinerja hingga pengendalian mutu.
Melalui kegiatan benchmarking ini, YMAI, STITMA, dan UMAD memperoleh gambaran mengenai pentingnya pengelolaan SDM perguruan tinggi yang dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pembinaan, pengembangan karier, evaluasi kinerja hingga pengendalian mutu.




